Sabtu, 31 Okt 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Viral
Viral

Hendak ke Bandara Soetta, Pemobil Nyaris Tabrakan karena Salah Baca Google Maps di GT Ciledug

✍️ Admin 🕒 31 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Seorang pengendara mobil melawan arah di Gerbang Tol Ciledug, akibat salah membaca Google Maps.
Seorang pengendara mobil melawan arah di Gerbang Tol Ciledug, akibat salah membaca Google Maps. Foto: (Dok. tangkapan layar medsos)

Sebuah insiden menegangkan terjadi di pintu masuk Gerbang Tol (GT) Ciledug 3, Jakarta Selatan, ketika seorang pengendara mobil nekat melajukan kendaraannya dengan melawan arus lalu lintas. Aksi berbahaya yang dipicu oleh kekeliruan dalam membaca aplikasi penunjuk arah digital Google Maps ini tidak hanya membuat panik pengguna jalan lain, tetapi juga nyaris berujung pada kecelakaan fatal akibat berpapasan langsung dengan kendaraan yang melaju di jalur semestinya.

Peristiwa krusial tersebut langsung menarik perhatian aparat penegak hukum setelah video amatir dan laporan situasi menyebar. Pihak kepolisian melalui unit Patroli Jalan Raya (PJR) bergerak cepat melakukan penelusuran serta koordinasi intensif dengan pengelola jalan tol. Langkah ini diambil guna mengusut tuntas penanganan di lapangan, terutama karena insiden nyaris tabrakan itu sempat tidak segera dilaporkan secara resmi oleh petugas keamanan yang bertugas di lokasi kejadian kepada pihak berwenang.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, pengemudi kendaraan roda empat tersebut awalnya berencana menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Karena diburu oleh keterbatasan waktu dan panik mengejar tenggat, pengemudi mengandalkan sepenuhnya panduan dari aplikasi navigasi digital. Namun, kekeliruan interpretasi peta digital membuat pengemudi salah mengambil jalur masuk hingga akhirnya masuk ke area gerbang tol dengan posisi melawan arus yang sangat membahayakan keselamatan publik.

Petugas keamanan atau sekuriti yang siaga di sekitar lokasi segera bertindak cepat begitu melihat kendaraan tersebut melaju ke arah yang keliru. Petugas langsung mendekati kendaraan untuk menghalau laju mobil agar tidak semakin masuk ke dalam zona berbahaya. Saat dihampirilah pengemudi memberikan penjelasan terkait alasan tindakannya. “Sekuriti menghampiri untuk menghalau agar pengemudi tidak melawan arah. Pengemudi kemudian mengatakan bahwa dirinya mengikuti aplikasi Google Maps untuk menuju Bandara Soetta, tetapi salah jalan dan meminta kembali ke jalan arteri karena dikejar waktu,” ungkap penjelasan yang merinci keterangan di lokasi.

Menghadapi situasi pelik tersebut, petugas keamanan tidak lantas membiarkan pengendara begitu saja memutar balik secara sembarangan di jalur tol yang padat. Petugas memberikan instruksi terarah guna meminimalisir risiko kecelakaan susulan. Pengemudi dipandu agar tetap tenang, mengikuti koridor jalur normal menuju Gerbang Tol Ciledug 3, melakukan proses transaksi tol sebagaimana mestinya, lalu diarahkan keluar pada gerbang di depan guna memutar arah menuju rute yang tepat ke Bandara Soetta. “Namun, sekuriti tetap mengarahkan agar pengemudi berada di jalur normal menuju Gerbang Tol Ciledug 3, melakukan transaksi tol, kemudian keluar melalui gerbang di depan untuk mengambil jalur menuju Bandara Soetta,” tutur penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Kendati penanganan di lokasi berhasil meredam potensi kecelakaan besar, pihak kepolisian tetap memberikan catatan evaluasi yang serius terhadap prosedur pelaporan insiden darurat. Pihak PJR menyayangkan lambatnya koordinasi dari petugas keamanan setempat yang tidak segera meneruskan informasi genting tersebut kepada pihak kepolisian. “Pihak PJR melakukan upaya dengan cara berkoordinasi dengan pengelola Tol Jasa Marga. Kami memanggil sekuriti yang sedang berdinas karena kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada petugas PJR,” ujar keterangan resmi pihak kepolisian.

Kejadian ini sekaligus menjadi cerminan penting sekaligus peringatan keras bagi seluruh pengguna kendaraan bermotor agar tidak menyerahkan kendali navigasi sepenuhnya secara membabi buta pada teknologi digital. Meskipun aplikasi peta seperti Google Maps dirancang untuk mempermudah mobilitas perjalanan, kepekaan terhadap rambu-rambu fisik, marka jalan, serta situasi aktual di lapangan tetap menjadi kunci utama keselamatan berlalu lintas. Keputusan impulsif yang diambil akibat kepanikan di jalan tol tidak hanya mengancam keselamatan pengemudi itu sendiri, melainkan juga membahayakan nyawa banyak pengendara lain yang melintas di area publik.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update