Minggu, 18 Okt 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Viral
Viral

Pembuka Gemilang Synchronize Fest 2026: Aksi Enerjik The Changcuters Sukses Bakar Semangat Penonton

✍️ Admin 🕒 17 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
The Changcuters menjadi penampil pembuka di Dynamic Stage Synchronize Fest 2026 yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat
The Changcuters menjadi penampil pembuka di Dynamic Stage Synchronize Fest 2026 yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat Foto: detik.com

JAKARTA — Grup musik rock and roll asal Bandung, The Changcuters, sukses mengguncang panggung Dynamic Stage pada hari pertama gelaran festival musik tahunan Synchronize Fest 2026 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026). Tampil sebagai pembuka di panggung utama tersebut sekitar pukul 16.45 WIB, grup yang beranggotakan Tria Ramadhani (vokal), Muhammad Iqbal alias Qibil (gitar), Arlanda Ghazali Langitan alias Alda (gitar), Dipa Nandastyra (bas), dan Erick Nindyoastomo (drum) ini langsung menyuntikkan energi penuh kepada para ribuan penonton yang telah memadati area festival.

Tidak sekadar menyuguhkan aksi panggung yang riuh dan atraktif, penampilan The Changcuters juga diselingi oleh momen kemanusiaan yang hangat. Di sela-sela lagu, sang vokalis, Tria, secara khusus mengajak ribuan penonton untuk mengheningkan cipta dan memanjatkan doa bagi masyarakat yang tengah terdampak musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah di tanah air.

Dari atas panggung Dynamic Stage, Tria menyampaikan pesan solidaritas tersebut secara langsung kepada para pengunjung.

"Semoga hari ini semuanya sehat, aman. Ada baiknya, kalau boleh ya, bukan sok-sokan, tapi ya terserah kalian menilainya gimana. Mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di luar pulau ini. Semoga mereka cepat dipulihkan, teman-teman," kata vokalis The Changcuters, Tria Ramadhani, dari panggung Dynamic.

Ia juga menambahkan harapannya agar krisis lingkungan tersebut segera berakhir dan pihak-pihak yang bertanggung jawab mendapat kesadaran.

"Semoga kebakaran hutannya cepat berakhir, cepat hilang. Dan semoga kalau itu orang yang membakarnya, juga ikutan hilang," kata Tria, yang disambut teriakan "Aamiin" dari para penonton.

Pesan empati tersebut terasa kian mendalam mengingat bencana karhutla di wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Papua masih menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat setempat. Bagi Tria dan kawan-kawan, musik dan perjumpaan di festival tidak hanya menjadi tempat bersenang-senang, tetapi juga media penyalur doa dan energi positif lintas pulau.

"Meskipun kita cuma bantu melalui sebuah energi, sebuah doa yang positif, saya yakin energi itu bisa sampai ke siapapun yang kita inginkan, dan energi itu adalah obat yang paling mujarab," kata Tria.

Atmosfer konser berubah menjadi momen kebersamaan yang syahdu saat seruan doa tersebut disambut riuh jawaban amin dari penonton yang memadati Gambir Expo. Namun, tidak butuh waktu lama bagi band yang terbentuk sejak 2004 ini untuk kembali memacu adrenalin penonton.

Grup musik yang terkenal dengan setelan pakaian seragam yang khas dan gerakan panggung lincah ini membuka rangkaian penampilannya lewat tembang hits legendaris mereka, "Racun Dunia". Hentakan musik yang kencang langsung membuat penonton melompat dan bernyanyi bersama. Kemeriahan semakin meluas ketika intro lagu "Main Serong" digulirkan, memicu paduan suara raksasa di seluruh penjuru lapangan panggung Dynamic.

Gitaris Qibil turut mencuri perhatian penonton melalui aksi solo gitarnya yang memukau di tengah-tengah pertunjukan. Dengan gaya panggungnya yang jenaka namun presisi, permainan gitar Qibil sukses melipatgandakan antusiasme pengunjung. Kemesraan antara band dan penonton terus terjaga saat mereka membawakan deretan lagu populer lainnya seperti "Parampampam", "Sebagai", "Suka-Suka", "London", "Ruang Riang", "I Love U Beibeh", hingga tembang energik "Gila-Gilaan".

Tak hanya membawakan deretan lagu klasik yang sudah familier di telinga penikmat musik, The Changcuters juga memanfaatkan panggung Synchronize Fest 2026 untuk memperkenalkan materi dari album terbaru mereka, Wow Ma, yang diluncurkan pada tahun 2026. Kehadiran karya anyar ini membuktikan eksistensi dan konsistensi mereka dalam bereksplorasi di industri musik tanah air setelah dua dekade berkarya.

Puncak kemeriahan aksi panggung The Changcuters ditutup dengan momen spektakuler ketika hisapan dan taburan konfeti berwarna kuning ditembakkan ke udara, membasahi seluruh area depan panggung. Sorak-sorai penonton menggema melepas kepergian para personel dari atas panggung, menandai dibukanya festival musik tahunan tersebut dengan catatan manis dan berkesan.

Synchronize Fest 2026 sendiri merupakan edisi gelaran festival musik multi-genre yang menyajikan ratusan musisi lintas generasi dan genre di 10 panggung berbeda selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu (16-18 Oktober 2026) di area Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Hari pertama festival ini juga diramaikan oleh deretan nama besar lain seperti Afgan, Sal Priadi, Barasuara, Perunggu, hingga penampilan nostalgia Geisha dan Project Pop. Penampilan pembuka dari The Changcuters berhasil menetapkan standar tinggi bagi kemeriahan rangkaian pertunjukan di hari-hari berikutnya.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update