Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Viral
Viral

Viral Bus Restu Tetap Salip Kendaraan di Bahu Jalan Tol Sidoarjo Meski Ban Pecah, Polisi Buka Suara

✍️ Admin 🕒 23 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Viral Bus Restu pecah ban tetap melaju bahkan nyalip kendaraan lain lewat bahu Jalan Tol Sidoarjo.
Viral Bus Restu pecah ban tetap melaju bahkan nyalip kendaraan lain lewat bahu Jalan Tol Sidoarjo. Foto: tangkapan layar video viral

SIDOARJO — Sebuah rekaman video memperlihatkan aksi penuh risiko armada bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) PO Restu kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, armada bus berplat nomor N 7079 UH terpantau tetap melintasi ruas Jalan Tol Sidoarjo menuju arah Surabaya dengan kondisi ban belakang kanan pecah parah. Bukannya menepi di area aman untuk melakukan perbaikan, sopir kendaraan berukuran besar itu justru memilih untuk terus menekan pedal gas. Bahkan, kendaraan tersebut sempat mengambil lajur bahu jalan tol guna mendahului beberapa kendaraan lain yang berada di depannya.

Peristiwa nekat tersebut memancing perhatian publik dan warganet lantaran manuver yang dilakukan dinilai sangat membahayakan keselamatan para penumpang bus maupun pengguna jalan lainnya yang tengah melintas di jalur yang sama. Kerusakan signifikan pada ban ganda bagian kanan belakang membuat laju bus tampak kurang stabil, namun pengemudi tetap memilih untuk menembus jalur bebas hambatan tersebut hingga mencapai tempat tujuan akhirnya di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo.

Konfirmasi Pihak Kepolisian dan Kondisi Lalu Lintas

Menanggapi kegaduhan publik atas video viral tersebut, aparat kepolisian lalu lintas yang bertugas melakukan penelusuran terhadap pergerakan bus yang bersangkutan. Dari hasil pemantauan serta koordinasi lapangan, dipastikan bahwa bus berpelat N 7079 UH tersebut berhasil menyelesaikan perjalanannya hingga tiba di kawasan terminal tujuan pada pagi hari.

Petugas juga memastikan bahwa selama periode waktu armada tersebut melintas dalam kondisi ban rusak, tidak tercatat adanya insiden kecelakaan lalu lintas atau benturan fisik di sepanjang rute tol Sidoarjo.

"Mulai pukul 07.15 sampai dengan saat ini pukul 10.40 WIB tidak ada laporan kecelakaan di jalur tersebut," ujarnya.

Kepolisian mengonfirmasi bahwa berdasarkan data lalu lintas serta hasil penyisiran di sepanjang jalur tol yang dilewati bus, situasi tetap terkendali tanpa adanya gangguan benturan antar kendaraan. Pihak berwenang pun merasa lega karena aksi berisiko tinggi tersebut tidak berakhir pada tragedi fatal.

"Kami bersyukur dari video viral tersebut tidak terjadi kecelakaan," pungkasnya.

Himbauan Keras Terkait Keselamatan Berkendara

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, penanganan kendaraan yang mengalami kendala teknis darurat saat melintas di jalan tol mendapat sorotan kritis dari otoritas keselamatan. Mengoperasikan kendaraan umum bermuatan banyak penumpang dalam kondisi komponen fatal yang rusak, seperti ban pecah merupakan tindakan yang bertentangan dengan standar keselamatan berkendara (SOP).

Dalam evaluasinya, aparat penegak hukum menegaskan pentingnya kesadaran penuh dari pengemudi angkutan umum untuk selalu memprioritaskan keselamatan di atas ketepatan waktu atau mengejar target perjalanan. Jika mengendarai armada dalam kondisi fisik kendaraan yang tidak prima, sopir diimbau segera mengambil langkah antisipasi dengan menepi di lokasi aman atau rest area terdekat guna melakukan penanganan.

"Alangkah baiknya pengemudi memperhatikan kondisi bus, apalagi kalau jalannya sudah sedikit oleng. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya harus lebih diutamakan," tegas Mulyani.

Sorotan ini menjadi peringatan keras bagi para pengusaha jasa transportasi bus serta awak pengemudi di lapangan agar senantiasa melakukan pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) sebelum dan selama armada beroperasi.

Sorotan Warganet dan Potensi Bahaya Penyalahgunaan Bahu Jalan

Sejak video aksi nekat bus tersebut diunggah di platform digital, ragam komentar dan kecaman terus bermunculan dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyayangkan aksi pengemudi yang tetap memanfaatkan bahu jalan tol untuk mendahului kendaraan.

Secara aturan lalu lintas di Indonesia, bahu jalan tol sejatinya diperuntukkan khusus bagi kendaraan yang mengalami kondisi darurat (emergency) atau untuk pergerakan kendaraan petugas prioritas seperti ambulans dan mobil patroli. Menggunakan bahu jalan tol sebagai jalur aktif untuk menyalip kendaraan lain terlebih dengan kondisi ban yang pecah dan tidak stabil, sangat memperbesar risiko terjadinya kecelakaan tabrak belakang (rear-end collision) atau kendaraan hilang kendali (out of control).

Insiden ini menambah deretan catatan terkait kedisiplinan pengemudi bus antar kota di jalur bebas hambatan wilayah Jawa Timur. Warganet berharap pihak pengelola Perusahaan Otobus (PO) serta pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) dapat memberikan tindakan tegas berupa sanksi atau edukasi berkelanjutan kepada oknum sopir yang mengabaikan keselamatan demi mencegah potensi bahaya serupa terulang di kemudian hari.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update