Kebakaran Hebat Melahap Rumah di Bintaro Jaksel, 71 Personel Damkar Diterjunkan ke Lokasi
JAKARTA — Peristiwa kebakaran melanda sebuah pemukiman rumah tinggal di kawasan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Untuk menjinakkan si jago merah yang melahap bangunan tersebut, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengerahkan sebanyak 71 personel armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas harus berjibaku secara intensif di lapangan mengingat kobaran api sempat membesar dan mengancam bangunan yang berada di sekitarnya.
Peristiwa musibah kebakaran ini mendadak membuat geger warga pemukiman sekitar Bintaro. Berdasarkan data awal yang dihimpun dari pihak penanggulangan bencana setempat, laporan mengenai letupan api diterima oleh pos pemadam kebakaran terdekat dari seorang warga yang melihat asap tebal membumbung tinggi dari area atap rumah tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi petugas untuk merespons laporan darurat itu guna meminimalisir risiko penyebaran titik api yang lebih luas di area permukiman padat.
Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran beserta unit pendukung pendistribusian air dikerahkan secara bertahap menuju lokasi penanganan musibah. Puluhan petugas yang tiba di lokasi langsung membagi regu penanganan. Sebagian personel berfokus melakukan pemadaman dari titik utama kobaran api, sementara sebagian regu lainnya berupaya melakukan isolasi area agar rambatan api tidak menjangkau deretan rumah warga sekitar.
Proses pemadaman yang dilakukan oleh puluhan armada pemadam tersebut memerlukan waktu serta kehati-hatian ekstra. Selain karena material bangunan yang terbilang mudah terbakar, kondisi angin lokal dan akses jalan menuju titik lokasi sempat menjadi tantangan tersendiri bagi para personel di lapangan. Petugas harus menyusun strategi penyemprotan dari berbagai sisi untuk memastikan bahwa seluruh sudut area terdampak dapat terjangkau oleh aliran air dari selang tekanan tinggi milik armada Damkar.
Perwira piket atau pejabat berwenang dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan yang berada di lokasi memberikan penjelasan teknis mengenai proses penerjunan pasukan dan armada di lapangan. Pihaknya mengonfirmasi bahwa pengerahan personel dilakukan secara masif begitu intensitas kebakaran terdeteksi tinggi.
"Kami mengerahkan sebanyak 71 personel dengan dukungan puluhan unit armada pemadam untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian secara cepat dan terukur," ungkap petugas Gulkarmat Jakarta Selatan saat dikonfirmasi mengenai pengerahan pasukan di lokasi pemadaman.
Mengenai kronologi awal mula kemunculan api, saksi mata dan petugas di lokasi memperkirakan api pertama kali muncul dari bagian dalam area bangunan rumah. Percikan awal dengan cepat membesar akibat material yang berada di dalam ruangan memicu akselerasi perambatan si jago merah. Kepulan asap hitam pekat pun sempat membubung tinggi dan terlihat dari beberapa radius jarak di sekitar area Bintaro dan Pesanggrahan, yang memicu perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendekati area batas aman pemadaman.
Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih terus fokus melakukan proses pendinginan (cooling process) di lokasi bekas kebakaran tersebut. Tahapan pendinginan ini bertujuan untuk mengeliminasi titik-titik hawa panas tersembunyi yang berpotensi memicu timbulnya api susulan (re-ignition). Seluruh puing-puing sisa material bangunan disiram secara menyeluruh menggunakan campuran cairan pemadam hingga dipastikan aman dan tidak berasap lagi.
Dalam mengantisipasi potensi bahaya dampak sekunder, arus listrik di sekitar area pemukiman yang terdampak kebakaran dihentikan sementara oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Langkah ini diambil atas koordinasi bersama regu penanggulangan bencana guna mencegah terjadinya arus pendek (korsleting) tambahan yang dapat membahayakan keselamatan keselamatan warga maupun para personel pemadam kebakaran yang tengah beroperasi di dalam dan luar bangunan.
Pihak kepolisian setempat dari Polsek Pesanggrahan bersama Polres Metro Jakarta Selatan juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar area tempat kejadian perkara (TKP). Pasca proses pendinginan selesai diselesaikan oleh tim pemadam, tim unit reskrim dan laboratorium forensik akan segera melakukan olah TKP guna mengidentifikasi secara pasti penyebab utama munculnya api serta menghitung taksiran total kerugian material akibat musibah kebakaran ini.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Pihak berwenang dan jajaran pengurus RT/RW setempat masih terus mendata penghuni rumah serta warga sekitar untuk memastikan seluruh penghuni telah dievakuasi ke tempat aman.
Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing, terutama yang berkaitan dengan instalasi kelistrikan serta penggunaan alat-alat elektronik dan kompor gas. Pemadaman listrik secara berkala pada jalur kabel usang serta pengecekan perangkat proteksi kebakaran mandiri sangat disarankan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.
