Kamis, 05 Nov 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Viral
Viral

Kronologi Aksi Brutal Jambret Incar Perhiasan di Jakpus: Korban Tersungkur hingga Lapor Cepat ke Kapolda

✍️ Admin 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
ilustrasi jambret
ilustrasi jambret Foto: detik.com

Kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, mendadak gempar setelah insiden kriminalitas jalanan meresahkan menimpa warga yang sedang menghabiskan pagi dengan beraktivitas ringan. Sebuah sindikat penjambretan dilaporkan nekat melancarkan aksi kejahatannya secara beruntun dengan menyasar dua korban berbeda di titik serta rentang waktu yang hampir bersamaan. Peristiwa yang memicu trauma psikologis dan kepanikan hebat bagi para korban ini langsung memantik respons tanggap darurat dari jajaran kepolisian setempat setelah adanya laporan cepat yang dikirimkan via layanan pesan instan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula tatkala seorang warga bernama Edison Siahaan bersama keluarganya tengah berjalan kaki di kawasan Jalan Samanhudi pada Rabu pagi guna mencari menu sarapan. Di tengah perjalanan santai tersebut, situasi mendadak berubah mencekam ketika kendaraan roda dua yang dikendarai oleh pelaku tak dikenal mendekat secara agresif dari arah belakang. Tanpa memberikan kesempatan bagi korban untuk mengantisipasi keadaan, tarikan paksa yang sangat kuat diarahkan langsung ke bagian lehernya hingga mengakibatkan tubuh korban kehilangan keseimbangan dan tersungkur keras ke atas permukaan aspal jalan.

"Tadi pagi jalan pagi, berempat kami. Pas nyeberang Jalan Samanhudi, tiba-tiba dari belakang dijambret," ujar Edison Siahaan mengisahkan detik-detik awal insiden mengerikan yang dialaminya. Akibat terjangan dan tarikan tersebut, korban tidak hanya mengalami luka-luka lecet ringan di beberapa bagian tubuhnya, tetapi juga menderita kerugian material berupa raibnya sebagian perhiasan berharga yang melekat di lehernya. Beruntung, insiden tersebut tidak merenggut seluruh aset berharganya karena sebagian kalung dengan ukuran yang jauh lebih besar masih tersangkut dan berhasil diselamatkan meskipun dalam kondisi fisik yang telah rusak akibat tarikan keras.

Kejadian mengejutkan tersebut rupanya bukanlah satu-satunya aksi kejahatan yang dituntaskan oleh para pelaku pada pagi hari itu. Hanya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi jatuhnya Edison, sindikat jalanan tersebut kembali menunjukkan keberaniannya dengan mengincar target korban yang lain di jalur jalan yang sama. Seorang wanita paruh baya yang berprofesi sebagai karyawan salah satu bank swasta turut menjadi korban sasaran empuk berikutnya, di mana perhiasan berharga berupa kalung emas miliknya berhasil dirampas secara paksa oleh komplotan pelaku yang sama-sama menggunakan kendaraan bermotor.

"Saya teriak-teriak, mau ngejar tapi sudah kamu mereka berdua naik motor. Lalu, kira-kira 20 meter di depan kami ada lagi ibu-ibu, ibu itu dijambret sampai gemetaran, dia kalungnya berhasil diambil juga," tutur Edison menggambarkan betapa cepatnya eskalasi ketakutan yang menjalar di lokasi kejadian akibat keberingasan para pelaku yang tidak kenal ampun. Korban kedua yang merupakan seorang ibu tersebut dilaporkan mengalami syok berat hingga sekujur tubuhnya bergetar hebat akibat insiden perampasan yang berlangsung secara cepat di hadapan publik pagi itu.

Merespons cepat situasi darurat di tempat kejadian perkara, Edison memutuskan untuk memanfaatkan jalur komunikasi modern dengan mengirimkan pesan aduan langsung melalui nomor layanan WhatsApp milik Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto. Langkah proaktif ini ternyata membuahkan hasil yang sangat luar biasa cepat dalam hal pelayanan publik kepolisian. Korban mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi respons instan yang ditunjukkan oleh jajaran penegak hukum tingkat atas hingga sektor kepolisian setempat yang langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat perkara awal.

"Aku WA kapolda, saya laporkan ke Kapolda, nggak sampai satu jam langsung kapolres WA aku. Lalu Kapolsek Sawah Besar datang cepat responsnya. Jadi tadi dibikin LP di HP itu, langsung orang SPKT datang," ungkap Edison dengan nada penuh apresiasi terhadap gerak cepat kepolisian dalam menanggapi laporan darurat masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Sawah Besar yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Egy Irwansyah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari para korban dan saat ini tengah mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut secara mendalam. Penyelidikan difokuskan pada pengumpulan bukti-bukti petunjuk di sekitar tempat kejadian perkara, termasuk penelusuran rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sepanjang jalur Jalan Samanhudi guna mengidentifikasi ciri-ciri fisik serta nomor pelat kendaraan yang digunakan oleh para pelaku kejahatan.

Kompol Egy menjelaskan bahwa peristiwa kriminalitas tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 06.30 WIB ketika situasi jalanan mulai ramai oleh aktivitas warga yang hendak mencari sarapan pagi. Pihak kepolisian memastikan bahwa penanganan medis awal serta pembuatan laporan polisi telah diselesaikan dengan baik untuk memberikan rasa aman dan keadilan bagi para korban yang mengalami kerugian maupun trauma psikologis akibat aksi kejahatan jalanan tersebut. Tim gabungan dari unit Reskrim Polsek Sawah Besar bersama unsur Resmob kini terus bergerak di lapangan guna memburu keberadaan para pelaku agar segera mempertanggungjawabkan perbuatan melawan hukum yang meresahkan masyarakat luas ini.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update