Batam Raih Penghargaan Sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif
Pemko Batam menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2022. Pengargaan diberikan karena Batam dinilai sebagai daerah perbatasan terinovatif.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diterima langsung oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri.
“Alhamdulillah, Batam terus mengukir prestasi di tingkat nasional,” ujar Rudi.
Rudi menyampaikan, prestasi ini menjadi pemacu semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam untuk terus berinovasi.
“Inovasi yang dibuat samata-mata untuk memudahkan dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan, IGA 2022 merupakan kegiatan tahunan dalam pemberian penghargaan. Bagi Tito, inovasi adalah jantung perubahan.
“Tidak ada lompatan pemerintah tanpa ada inovasi, maka sangat diperlukan faktor internal maupun eksternal,” ujarnya.
Untuk itu, dengan adanya IGA 2022 ini diharapkan menjadi pemacu daerah untuk terus berinovasi. Ia pun mengapresiasi panitia maupun daerah penerima IGA 2022.
“Terima kasih banyak para dewan juri yang sudah bekerja keras, dewan juri tadi ada dari pemerintahan, akademisi, hingga media dengan reputasi yang baik,” ujarnya.
“Dengan komposisi juri itu, saya yakin daerah yang terpilih, tidak ada KKN dalam prosesnya penjuriannya. Terima kasih panitia, acara ini mendongkrak daerah iklim kompetitif. Selamat yang mendapatkan award dan bagi yang belum dengan acara ini supaya terus termotivasi,” tambahnya.
Turut hadir Menpan RB, Abu Bakar Azwar Anas, dan sejumlah kepala daerah penerima penghargaan. Sementara itu, Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan ada lima kategori dalam penghargaan IGA 2022.
Kategori tersebut meliputi provinsi terinovatif, kabupaten terinovatif, kota terinovatif, daerah perbatasan terinovatif, dan daerah tertinggal terinovatif.
“Ada 7 provinsi terinovatif, 12 kabupaten terinovatif, 12 kota terinovatif, 5 daerah perbatasan terinovatif, dan 4 daerah tertinggal yang terinovatif,” ungkap Yusharto.