Kamis, 24 Sep 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Nasional
Nasional

DKP Minta Nelayan Kepri Waspada Lewati Perairan Perbatasan Malaysia dan Singapura

✍️ Gethya Nabilla 🕒 29 Dec 2022 👁️ 0x dibaca
Gelombang pantai
Gelombang pantai Foto: Dok.google

Kepala DKP Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, gelombang laut diprakirakan mencapai 4-6 meter di Perairan Natuna dan Perairan Kepulauan Anambas. Sedangkan gelombang laut di Perairan Bintan-Tanjungpinang-Batam mencapai 2,5 meter.

 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP) mengingatkan nelayan cuaca ekstrem pada musim angin utara terutama yang melewati perairan perbatasan Malaysia dan Singapura.

Kepala DKP Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, gelombang laut diprakirakan mencapai 4-6 meter di Perairan Natuna dan Perairan Kepulauan Anambas. Sedangkan gelombang laut di Perairan Bintan-Tanjungpinang-Batam mencapai 2,5 meter.

"Gelombang laut di Perairan Lingga dan Karimun juga mencapai 2,5 meter sehingga nelayan tradisional yang menggunakan kapal kecil harus waspada," ujarnya.

Untuk menghadapi kondisi cuaca itu, DKP juga mengingatkan nelayan untuk mempersiapkan diri seperti GPS, pelampung, dan memastikan mesin kapal dalam kondisi baik.

Nelayan tradisional yang biasanya menggunakan perahu kecil sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melaut, karena keselamatan diri mereka harus diutamakan.

Nelayan yang menggunakan kapal dengan kapasitas minimal 30 GT, menurut dia tetap harus waspada, terutama saat muncul awan kumulonimbus atau awan tebal yang menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang.

Kapal dengan kapasitas besar sekalipun harus waspada terhadap gelombang laut setinggi 6 meter pada musim angin utara ini.

"Kami mengakui nelayan tradisional Kepri ini memiliki pengalaman mengarungi samudera, melewati gelombang tinggi, meski menggunakan perahu. Namun gelombang laut setinggi 6 meter itu bukan hal yang biasa. Ini membahayakan keselamatan," katanya.

GN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update