Kamis, 24 Sep 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Tanjungpinang
Tanjungpinang

Eko Hendriyanto : Manusia Sangat Perlu Rasa Malu dan Takut

✍️ Gethya Nabilla 🕒 09 Mar 2023 👁️ 0x dibaca
Eko Hendriyanto : Manusia Sangat Perlu Rasa Malu dan Takut
Eko Hendriyanto : Manusia Sangat Perlu Rasa Malu dan Takut Foto: Dok.google

Kemenag TPI (INMAS) Penyuluh Agama Buddha Non PNS Kantor Kemenag Kota Tanjungpinang Eko Hendriyanto, S.Pd.B memberikan Pembinaan Keagamaan kepada Warga Binaan yang beragama Buddha di Rutan Kelas 1 Tanjungpinang, Jumat 24 Februari 2023 dengan materi pembinaan tentang Hiri dan Ottappa.

Eko Hendriyanto menjelaskan bahwa rasa malu dan takut sangat perlu untuk dikembangkan terutama saat seseorang berniat melakukan hal yang kurang baik. Perasaan malu disebut Hiri, sikap batin yang merasa malu bila melakukan kesalahan atau kejahatan. Sedangkan takut atau perasaan takut di sebut Ottappa yang artinya enggan berbuat salah atau jahat, sikap batin yang enggan atau takut akan akibat perbuatan salah maupun jahat, baik melalui pikiran, ucapan, maupun perbuatan jasmani. Lawan dari Hiri dan Ottappa adalah Ahirika yaitu tidak malu untuk bertindak keliru, memiliki karakteristik tidak adanya perasaan malu pada perilaku yang tak terpuji baik secara fisik maupun mental dan anottappa yaitu tidak takut bertindak keliru, tidak adanya rasa takut terhadap konsekuensi dari perilaku tak terpuji tersebut.

Selanjutnya Eko Hendriyanto mengutip yang disabdakan Buddha dalam Vasala Sutta, Sutta Nipata bahwa Seseorang tidak rendah karena kelahiran, kelahiran tidak membuat seseorang mulia. Perbuatan sajalah yang membuat seseorang rendah, perbuatan sajalah yang membuat seseorang mulia.

Hiri dan Ottappa disebut juga Dhamma pelindung dunia (Lokapala), jika setiap orang memiliki rasa malu dan takut untuk berbuat jahat, dunia ini akan menjadi damai, tindak kejahatan akan dilupakan, rasa hormat kepada orang yang lebih tua akan selalu terwujud dan jika setiap orang di dunia ini selalu mengembangkan rasa hiri dan ottappa maka tidak akan ada tindakan yang membuat kerugian bagi orang lain karena merasa malu untuk berbuat hal yang tidak baik dan takut akan akibat dari perbuatannya. Hal ini sesuai dengan sabda Buddha dalam Itivuttaka ada dua hal yang jelas, oh para Bhikkhu, untuk melindungi dunia adalah hiri dan ottappa, bila kedua hal ini tidak menjadi pelindung dunia, maka seseorang tidak menghargai ibunya, tidak menghargai bibinya, tidak menghargai kakak iparnya, tidak menghargai istri gurunya.

Dengan menyadari hal ini, hendaknya menanamkan perasaan malu untuk melakukan perbuatan jahat dan takut akan akibat dari perbuatan jahat  itu sendiri, yang diawali dari hal  sederhana dan kecil namun benar-benar dilakukan dalam praktik, seperti selalu berbicara jujur kepada siapapun, berusaha untuk selalu berkata jujur dan benar dengan tidak ada niat yang jahat maka sebagai akibat dari perbuatan itu dia akan mendapatkan kemajuan dan kebahagiaan. Dengan berupaya memahami serta mempraktikkan Dhamma seperti yang  telah  diuraikan  di atas, maka perasaan malu untuk berbuat buruk (Hiri) dan takut akan akibat perbuatan buruk (Ottappa) tersebut, akan muncul dan berkembang dalam diri kita, semoga semua makhluk hidup berbahagia menurut karmanya masing-masing, Sabbe satta bhavantu sukhitatta.

GN
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update