Kronologi Tabrakan Beruntun BYD di Panglima Polim Jaksel: Lindas Ojol hingga Ringsek
JAKARTA — Sebuah insiden kecelakaan beruntun tragis yang melibatkan satu unit mobil listrik BYD bernomor polisi B-1220-KDP mengguncang kawasan lalu lintas sibuk di Jalan Panglima Polim, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10) sore. Kendaraan ramah lingkungan tersebut hilang kendali hingga merusak empat unit mobil dan melindas seorang pengemudi ojek online (ojol).
Akibat musibah tersebut, pengemudi sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A-3867-DD berinisial HS (56) mengalami cedera parah pada bagian ekstremitas bawah. Korban dilaporkan menderita patah tulang kaki kiri serta luka lecet di beberapa bagian tubuhnya sesaat setelah sepeda motornya dihantam dan tubuhnya tergilas oleh bagian bawah mobil listrik putih tersebut.
Guna penanganan medis darurat, korban HS segera dievakuasi warga dan petugas dari lokasi kejadian langsung menuju Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan.
Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun di arteri wilayah Kebayoran Baru tersebut. Pengemudi kendaraan listrik BYD diidentifikasi sebagai seorang pria berinisial S berusia 46 tahun.
Mengutip pernyataan dari Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa, penyebab awal kecelakaan disinyalir akibat faktor kelalaian dan penurunan ketelitian pengemudi saat mengendalikan kendaraan berakselerasi tinggi tersebut.
"Semula kendaraan mobil BYD NRKB B-1220-KDP, melaju dari arah Selatan ke Utara di Jalan Panglima Polim wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan," kata Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa dalam keterangannya, Sabtu (24/10) disitat dari detik.
Lebih lanjut, Kompol Kharisma menegaskan penanganan kondisi medis terhadap korban ojek online yang tergilas dalam insiden tersebut.
"Korban mengalami luka pada kaki kiri patah, dan lecet-lecet. Mendapat perawatan di RS Fatmawati," ujar Kharisma.
Terkait faktor teknis maupun motif kelalaian pengemudi S yang mengakibatkan hancurnya sejumlah armada kendaraan di arteri Panglima Polim, pihak kepolisian hingga kini masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan saksi-saksi secara mendalam.
"Dugaan sementara penyebab kecelakaan dalam proses penyelidikan," ujarnya.
Berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman kamera pengawas (dashcam) yang viral di media sosial, rentetan kecelakaan ini terjadi dalam durasi yang amat singkat di depan kawasan Win Hotel dan Hotel Amaris.
Laju kendaraan listrik BYD mulanya melintas konstan dari arah selatan menuju utara di sepanjang Jalan Panglima Polim. Namun tepat di seberang area komersial Blok M, konsentrasi pengemudi S terganggu.
Mobil BYD tersebut mendadak menyundul bagian belakang mobil Honda Brio B-2967-NGY yang sedang melaju searah tepat di depannya. Dampak dari benturan keras pertama itu membuat mobil BYD hilang kendali dan mendadak membanting setir oleng ke arah kiri.
Di lajur sebelah kiri, pengemudi ojol HS yang mengendarai Honda Beat tidak sempat menghindar. Sepeda motor korban tersenggol hingga roboh. Rekaman visual memperlihatkan korban sempat menoleh ke belakang beberapa saat sebelum akhirnya terhempas ke permukaan aspal dan terlindas oleh ban mobil listrik yang melaju tanpa henti tersebut.
Laju BYD baru melambat setelah kembali menghantam mobil MPV Wuling B-1835-ERZ yang tengah berhenti darurat di tepi jalan sebelah kiri. Tak berhenti di sana, sisa dorongan energi kinetik mobil membawanya merangsek naik ke atas pembatas trotoar pejalan kaki. Benturan akhir terjadi ketika BYD menabrak dua unit mobil yang sedang terparkir rapi di pelataran Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio B-1247-WZK dan Toyota Navi B-2447-TWB.
Kepanikan sempat membuncah di lokasi kejadian begitu tubuh driver ojol terkapar tak berdaya di bahu jalan. Saksi mata di sekitar lokasi, Afan, menyebutkan bahwa pengemudi mobil BYD sempat diduga hendak melarikan diri dari kejaran massa pengemudi ojek online lain yang berada di area Blok M.
"Iya, kelihatannya mau kabur soalnya sudah naik ke trotoar itu. Gojek-gojek sudah pada ngejar itu. Kehalang mobil yang di depannya juga itu yang ketabrak juga," kata Afan di lokasi, Jumat malam.
Melihat kerumunan pengemudi ojol dan pengguna jalan yang emosi, sejumlah warga langsung mengambil tindakan tegas dengan mengamankan pengemudi dari balik kemudi kendaraan.
"Sempat diseret-seret itu karena mungkin korbannya terkapar di jalan," ujar Afan.
Beruntung aksi main hakim sendiri dapat diredam setelah pengemudi S diserahkan ke markas kepolisian terdekat. Saat ini pengemudi BYD tersebut telah diamankan oleh jajaran Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis, tes urin, serta verifikasi hukum.
Saat ini seluruh armada kendaraan yang mengalami kerusakan hebat dalam insiden tersebut telah diderek dan disita sebagai barang bukti di Markas Polres Metro Jakarta Selatan.
Kondisi fisik mobil listrik BYD berwarna putih tersebut mengalami kerusakan struktural cukup fatal di sisi depan sebelah kanan. Bumper depan hancur, kap mesin penyok mendalam, dudukan pelat nomor lepas, serta fender bagian kiri depan tampak hampir terlepas dari sasisnya akibat hantaman trotoar dan kendaraan parkir. Sementara itu, Honda Brio yang dihantam dari belakang mengalami penyok parah pada bagian bodi kiri belakang.
Kejadian ini mendadak menyedot perhatian publik luas di media sosial, mengingat keterlibatan unit mobil listrik yang tengah naik daun di pasar otomotif Tanah Air. Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh Unit Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya guna memastikan apakah insiden murni disebabkan oleh faktor kegagalan human error pengemudi atau adanya kegagalan sistem kelistrikan dan pengereman pada kendaraan listrik tersebut.
