Sopir Ojol Alami Patah Kaki Kiri Usai Tertabrak dan Terlindas Mobil BYD di Blok M
JAKARTA — Nasib malang menimpa seorang pengemudi ojek berbasis aplikasi (ojol) saat melintas di kawasan padat lalu lintas Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Korban harus mendapati kondisi cidera berat berupa patah tulang pada bagian kaki kiri akibat ditabrak sekaligus terlindas oleh sebuah kendaraan roda empat jenis SUV listrik bermerek BYD. Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menyita perhatian masyarakat sekitar serta pengguna jalan tersebut kini sedang dalam penanganan pihak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas penyebab pasti kejadian.
Berdasarkan data dan keterangan awal yang dihimpun dari pihak kepolisian di lapangan, benturan keras tersebut tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik pada sepeda motor yang dikendarai oleh pengemudi ojol, tetapi juga berdampak fatal terhadap fisik korban. Usai insiden benturan yang terjadi secara mendadak tersebut, korban tidak mampu berdiri akibat rasa sakit yang luar biasa pada ekstremitas bawah bagian kiri. Warga sekitar serta rekan sesama profesi pengemudi ojek online yang berada di lokasi kejadian langsung berhamburan mendekat guna memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban dari kolong kendaraan sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Petugas kepolisian yang menerima laporan adanya insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan bisnis Blok M segera menerjunkan personel Unit Laka Lantas ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan area sekitar agar tidak menimbulkan kemacetan panjang yang kerap terjadi di titik-titik krusial Jakarta Selatan, sekaligus mengumpulkan bukti-bukti pendukung serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat langsung detik-detik terjadinya benturan antara mobil BYD dan sepeda motor milik korban.
Menurut kesaksian para saksi mata di sekitar lokasi kejadian, peristiwa memilukan tersebut berlangsung sangat cepat. Mobil listrik BYD berwarna putih tersebut tengah melaju di jalur jalan yang cukup ramai sebelum akhirnya terlibat kontak fisik secara langsung dengan kendaraan roda dua yang dikemudikan oleh sopir ojol. Benturan awal membuat pengemudi sepeda motor kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke aspal, dan dalam hitungan detik bagian roda kendaraan roda empat tersebut melindas kaki korban yang tak sempat menghindar.
Jeritan kesakitan dari sang pengemudi ojol seketika memecah keramaian di kawasan Blok M. Kerumunan massa yang menyaksikan kejadian dramatis tersebut dengan cepat mengepung kendaraan roda empat untuk memastikan pengemudi mobil menghentikan lajunya dan tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Pengemudi mobil listrik BYD tersebut diketahui kooperatif dan tetap berada di tempat hingga aparat kepolisian tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena posisi kaki korban sempat tersangkut di bawah area kendaraan. Setelah berhasil dikeluarkan dari posisi yang membahayakan tersebut, korban yang meringis kesakitan langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan tindakan medis spesialis bedah tulang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis di rumah sakit, dipastikan bahwa korban mengalami patah tulang terbuka pada area kaki kiri yang membutuhkan tindakan operasi serta perawatan intensif guna memulihkan kondisinya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian lalu lintas masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap faktor utama penyebab kecelakaan ini, apakah dipicu oleh kelalaian manusia (human error), kurangnya konsentrasi saat berkendara, faktor teknis dari kendaraan listrik yang dikemudikan, atau situasi arus lalu lintas yang kurang kondusif pada saat kejadian. Barang bukti berupa kendaraan roda dua milik korban yang mengalami kerusakan cukup parah serta mobil listrik BYD telah diamankan oleh unit penegakan hukum lalu lintas sebagai barang bukti proses hukum lebih lanjut.
Kecelakaan yang melibatkan pengemudi ojek online di jalan raya perkotaan kembali menjadi sorotan publik, mengingat tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para pekerja transportasi berjejaring setiap harinya saat mengais rezeki di tengah padatnya lalu lintas ibu kota. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas demi mencegah terulangnya insiden serupa yang merugikan keselamatan jiwa.
