Kamis, 29 Okt 2026 NasionalBatamTanjungpinangKarimunLingga
Beranda › Viral
Viral

Usut Tuntas Tragedi KMP Batumandi, 49 Saksi Resmi Dimintai Keterangan oleh Polda Banten

✍️ Admin 🕒 29 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
KMP Batumandi terbakar di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10), sekitar pukul 16.15 WIB, saat hendak bersandar.
KMP Batumandi terbakar di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10), sekitar pukul 16.15 WIB, saat hendak bersandar. Foto: istimewa

Penyidikan intensif terhadap insiden kecelakaan laut yang melanda moda transportasi penyeberangan di jalur vital Selat Sunda terus digenjot oleh aparat penegak hukum. Kepolisian Daerah (Polda) Banten tercatat telah memanggil dan meminta keterangan secara mendalam kepada puluhan orang saksi guna mengungkap tabir di balik peristiwa nahas tersebut. Fokus utama dari korps bhayangkara ini adalah memastikan titik terang mengenai faktor pemicu utama yang membuat armada feri tersebut mengalami musibah kebakaran hebat di dekat kawasan pelabuhan.

Berdasarkan data dan perkembangan terkini dari tim penyidik di lapangan, jumlah individu yang telah dimintai keterangan resmi kini telah mencapai total 49 orang. Puluhan saksi kunci ini terdiri dari berbagai elemen yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan operasional pelayaran hari itu, mulai dari unsur pengelola pelabuhan, anak buah kapal, hingga para pengguna jasa penyeberangan yang mengalami langsung detik-detik mencekam di atas geladak kapal. Penyelidikan komprehensif ini ditempuh secara hati-hati mengingat kompleksitas insiden yang terjadi di perairan strategis penghubung Pulau Jawa dan Sumatra tersebut.

Berkaitan dengan langkah-langkah investigasi lanjutan yang sedang berjalan, pihak kepolisian melalui bidang humas memberikan keterangan resmi guna memperbarui informasi kepada publik.

"Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah penumpang kapal serta para sopir yang berada di KMP Batu Mandi guna kepentingan penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea melalui keterangan tertulis di Tangerang, Kamis, melansir Antara.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesaksian dari para pengemudi kendaraan logistik serta masyarakat sipil yang menumpang di dalam kapal memegang peranan krusial untuk merangkkai kronologi kejadian secara utuh. Keterangan dari sudut pandang korban selamat ini dinilai sangat membantu tim penyidik untuk menganalisis letak awal munculnya kobaran api sebelum akhirnya meludeskan seluruh fasilitas kapal dan menyebabkan kapal tersebut kehilangan kendali hingga mengalami posisi terbalik di perairan setempat.

Selain menggali keterangan dari puluhan saksi, otoritas kepolisian juga dihadapkan pada tantangan teknis di lapangan. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan sempat harus melalui tahapan penundaan yang ketat demi alasan keselamatan personel. Hambatan utama yang dihadapi oleh tim penyelidik gabungan adalah kondisi fisik bangkai kapal yang masih menyimpan suhu panas ekstrem, sehingga dinilai sangat berbahaya untuk dimasuki secara langsung dalam waktu dekat. Oleh karena itu, langkah sterilisasi area dan koordinasi lintas instansi terus digalakkan sambil menunggu proses pengapungan kembali bangkai kapal dapat dilaksanakan secara aman.

Jika ditarik mundur ke belakang berdasarkan dokumentasi manifes resmi pelayaran, armada feri yang melayani rute penyeberangan komersial antara Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tersebut memuat total ratusan jiwa manusia beserta puluhan muatan kendaraan berbagai golongan. Rincian manifes menunjukkan bahwa kapal tersebut membawa total 420 orang penumpang di dalamnya. Dari jumlah keseluruhan jiwa tersebut, mayoritas yakni sebanyak 393 orang berada di dalam kabin kendaraan yang diparkir di dek bawah, sementara sisanya yakni 27 orang tercatat sebagai kategori penumpang pejalan kaki.

Respons cepat dari berbagai pihak, termasuk unsur SAR gabungan dan para nelayan lokal di sekitar perairan Merak, berhasil menyelamatkan sebagian besar nyawa penumpang sebelum situasi berubah semakin buruk. Tercatat sebanyak 240 orang penumpang berhasil dievakuasi menuju daratan dalam kondisi selamat, kemudian langsung mendapatkan penanganan pemulihan awal serta difasilitasi kepulangannya oleh pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menuju kampung halaman masing-masing. Walaupun demikian, insiden ini tetap menyisakan kerugian materiel yang masif serta trauma mendalam bagi para penyintas yang harus bertaruh nyawa di tengah laut.

Ke depan, Polda Banten memastikan bahwa proses hukum dan investigasi teknis tidak akan berhenti pada pemeriksaan saksi semata. Koordinasi intensif juga terus dibangun bersama unsur Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta laboratorium forensik guna membedah aspek kelaikan laut, instalasi kelistrikan kapal, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian manusia. Seluruh pihak berharap hasil investigasi secara menyeluruh ini nantinya dapat diumumkan secara transparan demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang, serta memberikan kepastian hukum bagi para korban yang terdampak musibah di lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia tersebut.

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update